Pages

Selasa, 03 Juli 2012

Pelajaran Hari Ini 3



Saat memandang sesuatu hal, jadilah sebuah bola yang tidak punya batas dalam mengambil sudut pandang. Dengan begitu, bisa melihat apa yang sebelumnya tidak terlihat.
                Seminggu tela berlalu setelah minggu lalu aku libur semester. Sekarang sudah memasuki minggu ke-2. Sebentar lagi aku akan masuk sekolah lagi pastinya. Tapi tidak apa, ini memang sudah jadi rutinitas yang terkadang aku juga merindukannya.
                Selama liburan kali ini tidak ada yang spesial. Liburan ke tempat wisata atau berjalan-jalan di mall bersama keluarga tidak aku dapatkan. Yah, beginilah liburanku. Di rumah, peri bermain ke rumah teman dan keponakan, bahkan aku mulai bekerja untuk mengisi liburan. Entah sukses atau tidak. Aku hanya membuatnya sebagai pengalaman semata.
                Liburan kali ini adalah liburan pertama ketika ayahku sakit. Tentunya ini tidak mudah. Ketika sebelumnya di musim liburan aku selalu berlibur kesana-kemari, namun semua serentak berubah ketika ayahku jatuh sakit. Tidak pernah aku bermasalah dengan ini,  aku anggap ini sebagai ujian dalam kehidupan.
                Tidak ada ruginya juga saat aku di rumah. Aku melihat ayah yang sedang sakit masih bisa tertawa bahagia karena ada ibuku yang mendampingi dengan setia di sisinya. Memang, selama ayah sakit sekitar 11 bulan, ibu selalu mendampingi dengan setia di samping ayah. Tanpa kenal lelah ibu selalu merawat ayah dengan setulus hati. Meskipun terkadang, ibu diam-diam menangis di belakang ayah karena tak kuasa atas semua cobaan ini. Tapi aku maklumi saja karena ini semua memang tak mudah. Jujur saja, semua ini merubah kehidupan keluargaku, semuanya berubah. Namun tidak ada alasan untuk mengeluh atas semua kejadian ini. mungkin untukku sendiri haya pertanyaan “mengapa” yang terlintas di kepalaku.
                Namun justru saat kita melihat semua kejadian tidak hanya dari 1 titik, kita bisa melihat sejuta alasan yang lebih baik dari sekedar keluhan. Kalau sudah begitu bukankah hidup akan lebih baik? Itu yang aku pelajari dari kejadian dimana keadaan yang memaksa kita untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Tidak mudah menjadi lebih baik, ada beberapa hal yang memang harus dilihat tapi sebenarnya tidak terlihat.
                Saat ayahku sakit, keadaan keuangan keluargaku sangat buruk. Pada akhirnya, aku harus mengubah pola hidupku. Untuk awalnya, ini memang sulit karena aku tidak terbiasa. Mulanya yang aku suka jajan makanan di luar, sekarang aku mulali mengurangi jajanku. Ini membuatku susah, tapi lama-kelamaan aku justru merasa enak, karena aku hanya makan makanan yang sehat tanpa junkfood yang biasanya aku makan. Mulanya juga, aku suka sekali bermain keluar bersama teman-teman. Tapi sekarang aku mulai menguranginya dan ini juga tidak terlalu buruk. Aku jadi punya lebih banyak waktu untuk belajar.
                Kurasa, saat kita memandang semua hal kita tidak bisa melihat dari 1 segi saja. Karena akan lebih indah jika kita melihat semua permasalahan dari segala arah. Ini akan membantu kita dalam menetralkan setiap permasalahan. Karena untukku, semua orang bisa menyelesaikan permasalahan mereka dan mengendalikannya asalkan mereka tahu cara menetralkannya.

Senin, 25 Juni 2012

Be The Best Of Yourself


“There is huge misconception between just be yourself and be the best of yourself” so, the question now is why so many people still use “just be yourself”? Don’t just “be yourself”, but be” the best of yourself”.  Because if we just be ourselves without make the significant changes, that’s means we will not be able to reach the better things. So, how to be the best of yourself?

Learn to be accepting of others. We tolerate people of differing races. We tolerate people with differing opinions. And that’s exactly the problem. We cannot truly interact with, cannot truly live with, cannot truly love that which we merely tolerate. We must learn to trade tolerance for acceptance and, yes, even love. Being accepting means truly believing or coming to recognize other people.

Stop nit-picking yourself. We all have insecurities we are ashamed or annoyed about, we all have things that aren't exactly beautiful, it's true we are our own worst-critic. A little critical self-evaluation is a good thing, too much focus can be destructive. If you go looking for what’s wrong with yourself, then that’s what you will find. Try looking for positive things about you, and you may surprise yourself.

Be carefree. When you start to care what people think about you all the time, then you're wondering what everyone is thinking all the time. After you die who's going to think about you then? So if no one is going to think about you after you die, why should you care about what someone thinks when your alive? Why should you walk around worrying what half the world thinks every day, when half the town wont even be at your funeral? Don't dwell on the negative, instead, reach for something positive. Don't worry about the little things in life, appreciate and go for something that you've never tried.

Be kind. What does it mean to be kind? Help someone, give a thoughtful compliment, offer a heart-warming smile, give a kind impression, and etc. The most wonderful thing about kindness is that you can never give too much, and you never be too nice. Being nice can range from small to big things, but it also can never be under appreciated, even if it does seem that way.

Be yourself. That means following your own style, and believing what you can be, the most crucial part in being the best of who you can be.

Fashion Etnic

Sebagai generasi muda hendaknya tidak lupa dengan kebudayaan sendiri. Seperti pakaian adat. Berikut ada beberapa foto yang saya ambil dalam sebuah kegiatan bertemakan Kebudayaan. Kalau fotonya kurang bagus, maaf... (original lho :D)


1. Bali Kostum



2. Kostum Penari Bali



3. Kostum Dayak Modern



4. Kostum Pengantin Jawa  Modern


5. Kostum Pengantin Jawa Timur


6. Indonesia Mix Eksentrik Cultural


7. Jawa Tengah Pengantin Modern