Pages

Rabu, 25 Juli 2012

Penciptaan Langit Dan Bumi


Bumi dan langit tidak akan tercipta tanpa ada yang menciptakan. Sebagai umat Islam, sudah selayaknya kita meyakini bahwa Allas SWT- lah yang menciptakan bumi dan langit. Selain itu, sebagai umat beragama sudah sepatutnya kita mengetuhi Ayat-ayat yang menguatkan Penciptaan Langit dan Bumi. Salah satunya adalah ayat Al Qur’an berikut:

للَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
Artinya : “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa.” (QS. Sajdah : 4)

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairoh, bahwa Rasulullah saw memegang tanganku dan bersabda:”Allah swt telah menciptakan tanah pada hari sabtu, menciptakan di bumi gunung-gunung pada hari ahad, menciptakan pepohonan pada hari senin, menciptakan yang tidak disukai pada hari selasa, menciptakan cahaya pada hari rabu, menyebarkan binatang melata di bumi pada hari kamis, menciptakan Adam pada hari jum’at setelah ashar yang merupakan akhir penciptaan di akhir waktu dari waktu-waktu hari jum’at yaitu antara ashar hingga malam.”

Hadits tersebut menceritakan tentang satu tahapan dari tahapan-tahapan perkembangan penciptaan bumi sehingga layak untuk dihuni. Hal ini dikuatkan oleh Al Qur’an yang menyebutkan bahwa sebagian hari disisi Allah sama dengan seribu tahun untuk bumi dan sebagiannya setara dengan lima puluh ribu tahun. Maka, bukan tidak mungkin Allah SWT menciptakan Bumi dan Langit 6 hari bagi-nya namun 6 hari tersebut tidaklah seperti hari-hari kita. Sebagaimana dijelaskan hadits, dengan demikian tidak ada pertentangan antara hadits dengan al Qur’an.

Sekarang, hal paling dekat yang bisa kita renungkan sesuai dengan pengetahuan kita sebagai manusia adalah hari-hari itu adalah zaman yang telah dilalui bumi dalam pembuatannya, masa demi masa sehingga bumi kokoh dan padat permukaannya sehingga menjadi layak untuk dihuni. Dan penciptaan itu seperti yang telah disebutkan oleh berbagai teori yang sering terdengar yaitu sekitar dua berjuta-juta tahun dari tahun-tahun bumi!
Wallahu A’lam...:)


Rabu, 18 Juli 2012

Pelajaran Hari Ini 5



 

Jangan pernah bertanya apa yang orang berikan kepadamu. Tapi pikirkanlah apa yang kamu berikan kepada orang lain.

Tak terasa sudah setahun semua ini terjadi. Hal yang membuat ku tahu lebih banyak lagi arti kehidupan. Semua seperti mimpi bagiku, hhidupku berubah drastic sejak saat itu. Aku senang, karena hal tersebut aku bisa menjadi lebih baik. Meskipun aku tahu ini semua menyakitkan, tapi aku senang karena aku bisa tahu lebih banyak lagi.

Mulanya memang berat melaluinya, hidupku yang semula “A” berubah menjadi “Z”. Awalnya berat, tapi seseorang telah mengajari aku bagaimana bersabar itu. Rasa sakit yang dirasakan oleh seseorang yang telah mengajariku itu, tidak sedikitpun bisa dibayangkan olehku. Rasa sakit yang diterimanya adalah rasa sakit untuk keluarganya. Dia adalah lelaki terhebat sepanjang masa dalam hidupku.

Bila saatnya tiba untuk berpisah, aku akan mengucapkan terima kasih kepadanya. Aku tak akan menangis. Akan kuberikan senyuman tertulus di dunia kepadanya. Akan kutunjukkan bahwa putri kecilnya ini telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang bisa dibanggakan. Tapi aku yakin, dia bisa melihatku tumbuh menjadi ratu dalam keluargaku sendiri. Aku.. hanya bisa berdoa untuk kesehatannya di dunia maupun di akhirat. Tak akan aku lupakan saat – saat bijak yang selalu berkesan dihati ini bersamamu.

Saat kita jalan-jalan dan makan di pinggir jalan, kamu berkata “Bukan seberapa enak atau mahal makanan yang kita santap, tapi dengan siapa dan hikmah apa yang kita dapat itu lebih penting.” Mungkin aku tidak akan merasakan hal-hal seperti itu lagi bersamamu. Mungkin itu menjadi hal terakhir yang kau berikan kepadaku. Tapi, itu sudah sangat menginspirasiku. Saat lain yang bersahaja bersamamu adalah saat aku mendapatkan hadiah berupa uang tunai pertamaku. Kau menyuruhku untuk membelikan hadiah untuk nenekku yang sudah menjagaku saat aku kecil. Dia mengajariku bagaimana caranya menyayangi orang yang lebih tua.

Terlalu banyak kenangan yang aku ingat untuk ditulis. Semuanya begitu sederhana tapi sangat berkesan. Aku tidak pernah menyesal sedikitpun kepadamu. Aku akan selalu bangga memiliki seorang “AYAH” hebat sepertimu.. :D Meski sekarang keadaanmu tidak seperti dulu lagi, aku akan selalu menyayangimu. Maafkan aku tidak pernah bisa mengatakan kalau aku sayang kepadamu. Karena setiap aku mengatakannya aku selalu ingin menangis sekeras-kerasnya untuk mengatakan bahwa aku sangat tidak ingin kehilanganmu.

Tapi ini semua adalah kuasa ilahi. Berkat pengertianmu aku tidak akan pernah menyalahkan orang lain lagi. Kucoba untuk menerima segala kenyataan. Akan aku lihat diriku sebelum melihat ke orang lain seperti katamu. Aku akan membuatmu bangga karena punya anak seperti aku, meskipun saat itu tiba, kau tak dapat melihatnya.

Sabtu, 14 Juli 2012

Pelajaran Hari Ini 4



Dibalik sebuah senyum ada luka, dibalik gelak tawa ada kesakitan. Mendekatlah dan lihat apa yang sebenarnya. Kesakitan dan luka mulai menghilang seiring munculnya syukur.

                Sewaktu saya kecil, saya sering sekali bermain dengan teman-teman. Mungkin tidak hanya saya yang melakukan hal tersebut. Karena memang rata-rata setiap anak juga bermain di masa kecilnya. Namun hari demi hari berlalu, bulan, tahun, semua telah jauh sekarang. Saya bukanlah anak kecil lagi. Saya sudah mulai beranjak dewasa. Bermain untuk orang dewasa jelas berbeda dengan yang dilakukan anak-anak. Yah, beginilah siklus kehidupan manusia. Mulai anak-anak yang selalu tertawa bahagaia setiap saat, remaja yang mulai dewasa, lalu menjadi orang dewasa yang serius menatap kehidupan.
                Aku tahu ini akan terjadi. Berbagai perubahan dalam hidupku sudah aku alami. Banyak sekali hal yang sudah aku lalui selama ini, sedih, bahagia, kecewa, takut, amarah, bingung. Aku sudah mengerti semua rasanya. Namun, sampai sekarang hanya 1 hal yang tidak bisa aku jawab. Mengapa aku selalu begini ya? Atau ini yang namanya karakter seseorang itu.
                Untuk sebagian orang, gembira itu wajar. Tapi untuk beberapa orang lain gembira itu menyebalkan. Saya mengambil contoh Squidward dan Spongebob. Kehidupan Squidward begitu membenci Spongebob yang selalu ceria. Tapi tidak dengan pendapatku. Menurutku, Squidward hanya merasa iri karena dia tidak bisa tertawa seperti Spongebob. Yah, tapi dasarnya ya terserah penulis Spongebobnya saja sih.
                Sebenarnya, lama sekali aku ingin mengatakan diriku yang sebenarnya kepada orang lain. Tapi, aku tidak pernah mau. Walau terkadang ini sangat menyiksa, tapi paling tidak aku tidak akan kehilangan senyuman. Aku sangat suka senyum dan tawa semua orang. Walaupun hatiku teriris atau bahkan hancur remuk berantakan, tapi ketika melihat senyum atau bahagia orang lain aku merasa senang. Sepertinya mereka memberikan sinyal kepada orang lain untuk selalu tersenyum.
                Waktu aku beranjak remaj, aku lulus SD dan memulai SMP. Pada saat itu mulai terasa bagaimana pahitnya hidup. Aku yang seorang anak desa bersekolah di sebuah kota kecil bukan soal yang mudah. Selama 3 tahun aku SMP, banyak hal yang membuatku berfikir dan menyadari bahwa separah-parahnya kamu mendapat cobaan. Kondisikan dirimu tetap bersyukur. Karena dengan rasa bersyukur itu kamu akan mendapatkan kebahagiaan sehingga kamu bisa menikmati indahnya tersenyum. Bagiku, tidak peduli separah apa cobaan yang aku alami, tapi aku akan selalu berusaha tersenyum. Walau terkadang ini membuatku tertekan.
                Pernah pada suatu saat, aku mendapatkan sebuah ujian yang merubah semua hidupku 1800. Bahkan awalnya, tersenyum saja tidak mampu. Namun seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa kesedihanku ini adalah tanda dari rasa kurang bersyukurku yang selalu menginginkan hal yang lebih. Akhirnya mulai saat itu juga aku memutuskan untuk menjadi seorang smiler  yang akan terus menatap kehidupan dengan senyuman. Aku akan tetap tersenyum dan tertawa kepada siapapun, entah itu musuhku atau temanku. Aku akan tersenyum kepada mereka. Karena bagiku, senyumku bisa saja habis oleh kepahitan hidup yang aku rasakan. Tapi, senyum orang lain tidak akan bisa hilang bila ada yang menjaga. Dan aku ingin menjaga senyum itu untuk semuanya. Meskipun aku tidak tahu masih adakah orang yang menjaga senyumku. ^_^